EKSTRAKSI HIDROGEN
MENGGUNAKAN
PRINSIP SEL
ELEKTROLISIS
I. TUJUAN
a. Mempelajari beberapa reaksi redoks
b. Mengetahui reaksi yang terjadi pada
anoda dan katoda dalam reaksi elektrolisis CI (Ion Klorin)
c. Membuktikan adanya gas H2
pada batu baterai (9 Volt)
II. DASAR TEORI
Sel elektrolisa merupakan terjadinya reaksii kimia karena
adanya energy drai luar dalam bentuk potensial atau arus listrik. Reaksi yang
berlangsung pada sel elektrolisa adalah reaksi yang tergolong dalam reaksi redoks.
Dalam sel elektrolisa katoda merupakan kutub negative dan anoda merupakan kutub
positif. Arus listrik dalam larutan larutan dihantarkan oleh ion-ion, ion-ion
positif (kation) bergerak ke katoda (negatif) dimana terjadi reaksi reduksi.
Ion negative (anion) bergerak ke anoda (positif) dimana terjadi reaksi
oksidasi.
Ion positif adalah sebuah atom atau suatu gugusan
atom-atomyang kekurangan satu atau beberapa electron. Ion negative adalah
sebuah atom atau suatu gugusan atom-atom yang kelebihan satu atau beberapa elektron.
Pada elektrolosa larutan elektrolit dalam air, ion-ion hydrogen dan ion-ion
logam yang bermuatan positif selalu bergerak ke katida dan ion-ion OH- dan
ion-ion sisa asam yang bermuatan negatif menuju ke anoda
Dengan menggunakan daftar potensial elektroda standar dapat
diketahui apakah suatu reaksi redoks dapat berlangsung atau tidak, yaitu bila
potensial reaksi redoksnya positif, maka reaksi redoks tersebut dapat
berlangsung. Sebaliknya jika potensila jika potensial reaksi redoknya negative,
maka reaksi redoks tidak dapat berlangsung. Perhatikan contoh pada bagan 1:

Bagan
1: Potensial reaksi redoks sebagai penentu
berlangsung atau tidak berlangsung suatu reaksi
Perhatikan
proses elektrolisa larutan garam Natrium Sulfat dibawah ini.
Hidrogen
lebih mudah tereduksi dibandingkan logam Natrium.
Demikian
pula jika dibandingkan antra anion antara SO42- dengan
air, sehingga air akan teroksidasi. Na lebih aktif dari H sehingga sukar
tereduksi dan SO42- sukar
teroksidasi.

Hasil
elektrolisis dari larutan Na2SO4 adalah:
Pada katoda terjadi gas Hidrogen (H2) dari hasil reduksi H+ dalam bentuk H2O. Sedangkan anoda terjadi gas O2 hasil oksidasi O2- dalam bentuk H2O. Karena terjadi perubahan air menjadi gas hydrogen dan oksigen, semakin lama air semakin berkurang, sehingga larutan garam Na2SO4 semakin pekat. Contoh lain perhatikan pada bagan 2.
Pada katoda terjadi gas Hidrogen (H2) dari hasil reduksi H+ dalam bentuk H2O. Sedangkan anoda terjadi gas O2 hasil oksidasi O2- dalam bentuk H2O. Karena terjadi perubahan air menjadi gas hydrogen dan oksigen, semakin lama air semakin berkurang, sehingga larutan garam Na2SO4 semakin pekat. Contoh lain perhatikan pada bagan 2.

Bagan
2: Elektrolisis larutan garam dapur.
III. ALAT DAN
BAHAN
a. Gelas f. Air
murni
b. Baterai g. Pengaduk
c. Korek
Api
d. Garam
e. Tutup
Pasta Gigi
IV. CARA KERJA
a. Memasukkan
baterai kedalam air didalam gelas, amati bahwasannya tidak terjadi perubahan
kemudian keluarkan kembali baterai tersebut
b. Larutkan
garam didalam air kemudian masukkan baterai kedalam larutan garam
c. Amatilah
anode, terlihat gas yang keluar
d. Tutup
anode baterai dengan tutup pasta gigi, tunggu beberapa saat
e. Buka
tutup pada anode dan nyalakan api pada tutup pasta gigi dan terjadilah letupan
api
V. HASIL
PENGAMATAN

Alat dan Bahan
Batu baterai dimasukkan ke air Adanya gas pada anode batu baterai didalam
larutan garam
Penutupan gas pada anode batu baterai Adanya letupan api
VI. KESIMPULAN
Ketika baterai dimasukkan kedalam air murni, tidak terjadi
perubahan. Hal ini dikarenakan air murni bermuatan netral. Namun, ketika
baterai dimasukkan kedalam air yang telah dilarutkan garam akan menghasilkan
sesuatu yang berbeda.
Ion Natrium (Na) menuju kutub negatif dan ion Klorin (Cl)
menuju kutub positif. Pada kutub negatif baterai, ion Natrium mengalami reduksi air:
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar